Belajar Jujur dan Apa Adanya dari Kala

Terus terang saja, aku sebagai orang tua banyak belajar dari anak sendiri. Tingkah laku polos dan jujurnya perkataan kadang membuatku iri, andai dikehidupan dewasa ini bisa seperti itu pasti beban akan berlalu dengan begitu saja.

Memasuki usia dua tahun, Kala jagoan kecilku itu mulai penasaran terhadap banyak hal, termasuk menjadikan dirinya sebagai peniru ulung dirumah. Suatu pagi tiba-tiba dia nyeletuk ke Ibunya “Ibu Sayang, Ibu cantik”. Celetukan itu yang kadang buat aku shock, walapun Ibunya senyum-senyum dengan bahagianya.

Suatu ketika, kami sepakat menunda beberapa bulan agenda rutin Vaksin Kala, dikarenakan kami melihat Kala seperti trauma. Waktu sampai ke RS aja dia sudah nangis, begitupun ketika ditimbang, ukur tinggi badan, dan dipanggil namanya oleh Dokter ekspresinya langsung berubah ketakutan. Disela-sela waktu vakum tersebut, kami mencari alternatif RS dan DSA lain. Ketika kami sudah menemukan RS dan DSA yang akan dituju, kurang lebih sebulan sebelum jadwal vaksin Ibunya sudah mulai sounding ke Kala dengan beberapa poin yang intinya nanti kita ke RS kembali ya, ketemu Dokter, Kala akan disuntik biar sehat dan hasilnya beberapa hari sebelum ke RS, Kala sudah bilang sendiri “Papi..Papi nanti Kala mau ke RS, ketemu Dokter, Kala mau..mau..”. Saat hari H otw ke RS maka aku tanya sama Kala,

πŸ‘¨β€πŸ¦³: Kala, kamu hari ini ke Rumah Sakit ketemu Dokter ya
πŸ‘ΆπŸ»: Oke Papi
πŸ‘¨β€πŸ¦³: Kenapa Kala harus ke Dokter?
πŸ‘ΆπŸ»: Kala mau disuntik, hii…takut nanti Kala nangis sebentar ya
πŸ§•πŸΌ: It’s ok Kala, sakit sedikit nangis sebentar tidak mengapa nanti biar Ibu peluk

Sore harinya setelah sampai rumah, ditanya kembali sama Ibunya
πŸ§•πŸΌ: Kala, hebat ya sekarang sudah berani Vaksin dan nangis sebentar saja. Tante Dokternya cantik tidak Kala?
πŸ‘ΆπŸ»: Cantik Ibu
πŸ§•πŸΌ: Sama Ibu cantik mana?
πŸ‘ΆπŸ»: Cantik Tante Dokter, Ibu

WKWK Papi nya diem saja sambil ketawa dalam hati, tanya sendiri kesal sendiri πŸ˜€

Pernah suatu saat Kala tidak mau makan siang, terus ditanya sama Ibunya kenapa Kala tidak mau makan siang, jawabnya Kala mau makan Hokben Ibu sama mau lihat Eskavaktor dan begitu kami ajak ke Hokben benar saja Kala makan dengan lahap dan happy sekali karena di sebrang Hokben memang tempat parkir Eskavator.

Dilain hari, sewaktu kami pulang kerja Kala belum tidur dan terlihat senang sekali terus kami tanya, kelihatanya hari ini Kala happy sekali, kenapa? Jawabnya, tadi disekolah Kala dikasih sticker Ibu sama Mrs. Keren, dan Kala happy sambil ketawa-ketawa πŸ˜€

Terkadang ada aja dimana aku harus lembur di hari Jum’at sampai dengan Sabtu sehingga waktu bermain dengan Kala sedikit dan ternyata hal-hal seperti ini membuat dia sedih. Terkadang dihari Minggunya aku banyak tidur untuk istirahat terus Kala bolak balik buka tutup pintu kamar, menunggu aku bangun untuk diajak main. Dengan perasaan bersalah waktu itu disore harinya aku ajak Kala untuk bermain di playground sekedar menghabiskan waktu bersama. Saat ini komedi putar berdua, aku bilang sama Kala, Papi minta maaf ya Kala baru ajak bermain, dan dengan polosanya Kala langsung bilang, terima kasih ya Papi sudah ajak Kala bermain πŸ₯Ή

Saat bermain bersama, tanpa sengaja Kala mukul kepala aku sontak aku bilang ..oOO sakit, seketika itu juga Kala langsung peluk-peluk dan cium bagian yang dipukul sambil bilang “Maaf Papi”, akk seketika meleleh dan masih banyak momen lainya bagaimana kami yang justru banyak belajar dari kepolosan dan apa adanya dari Kala.

Sehabis subuh Kala bangun dan tiba-tiba kasur basah karena pipis Kala, sontak Ibunya bilang ee Kala ngompol ya dan dengan polosnya Kala bilang tadi Kala habis main air mancur Ibu dan dingin banget sambil ketawa-ketawa πŸ˜€

Doa Papi, semoga Kala selalu dalam lindungan Allah SWT ya, tumbuh kembang dengan bahagia, dipertemukan dengan lingkungan yang baik, dihindarkan dari segala marabahaya, dan dijadikan orang-orang yang beruntung dan bermanfaat kelak. Aamiin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *