Dari Papa ke Papi

Soal panggilan anak nyatanya kami kurang kompak, aku ingin dipanggil Papa lalu Istri berkehendak dipanggil Ibu. Semua itu tak jadi soal, toh itu semua hanya panggilan saja. Sejak kelahiran Kala, akhirnya kami biasakan panggilan yang kami sepakati dari awal. Panggilan papa pun jadi terasa sakral karena itu merupakan panggilan pertama kali Kala saat sudah bisa berucap.

Namun, entah apa yang ada didalam pikiran anak bayi 1.5 tahun itu, sepulang sekolah (baby class) tiba-tiba memanggil aku dengan panggilan papi dan itu berlanjut dengan saat ini. Rasa-rasanya aneh dipangil seperti itu, namun sebagai orang tua aku tetap menghargai apa yang dikehendakan Kala itu yang penting chemistry kita tetap terhubung.

Tapi aku sendiri masih penasaran, kenapa tiba-tiba Kala memanggil papi. Soalnya disekolah dia yang hanya sekelas 5 orang itu rata-rata diantar oleh pramuwisma masing-masing, lalu saya tanyakan ke Teteh (panggilan untuk pamuwisma Kala) teman-teman Kala yang setiap sore berkumpul di taman komplek juga tidak ada yang memanggil bapaknya dengan panggilan papi, kemudian lewat media sosial rasanya tidak mungkin karena Kala sama sekali belum ada screentime.

Tapi akhirnya terlintas dipikiran, waktu Kala mudik lebaran tahun ini dirumah Mbah Buyut ada sepupu yang manggil bapaknya dengan panggilan papi, namun kenapa tiba-tiba sekali kan momen itu sudah sebulan yang lalu lewat 😀

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *