Standar Kesopanan Seseorang

Pagi menjelang siang dihari minggu pada saat itu, ditemani sahabat gua Fazrial membeli nasi padang deket kampus. Sambil antri gua amati pembicaraan sepasang suami istri pedagang nasi padang yang sedang bahagia karena dagangan hampir habis. Giliran antrian gua yang akan dilayani tiba-tiba hanpon sang suami berdering, ala pesan sms hanpon noki* yang tahan banting itu.

Istri     : SMS sekang endi tho (SMS dari mana).

Suami : oh iki..adikku takon kabar ,sambil dibacain oleh suami (Oh ini dari adik tanya kabar).

Istri    : Duasar (ala orang jawa), due adi kok rak due sopan santun blass, mbokyo telpon ngono loh kok sms, babar blass ra due sopan santun. (Dasar,punya adik kok tidak punya sopan santun sama sekali, harusnya tuh telp loh kok sms, gak punya sopan santun sama sekali).

walahh, gua yang orang jawa paham akan apa maksud sang istri ini langsung kaget, Fazrial yang orang sunda hanya diam karna gua yakin gak tau artinya dan yang buat gua kaget ternyata yang jualan nasi padang nggak harus orang padang hehe.

Ohhh ternyata setiap insan yang dijadikan oleh sang mahakuasa sebagai pemimpin dimuka bumi ini mempunyai standar kesopanan yang berbeda-beda. Menurut gua yang dimana komunikasi dengan kedua orang tua lebih sering lewat sms itu udah sopan banget hehe (di daerah gua susah sinyal boss, telp pasti gak ada suaranya). Alhamdulilah juga si adik mau nanyain kabar ke kakaknya, menurut gua loh ya..

So, menurut kalian gimana? gua mah netral aja ,toh semua orang juga pasti memiliki perpektif yang berbeda-beda dimana hal tersebut juga mungkin dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita tinggal dan dibesarkan. Paling penting dari semua ini mari dibiasakan sapa yang lebih tua apabila kita berjumpa dijalan, melewati gang minimal ucapkan punten dll, sebar SALAM, SAPA dan SENYUM jangan cuma petugas SPBU aja yang sopan anak muda juga harus, dan itu keren banget menurut gua !

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *